Pada saat aku sering live di Instagram @Reezky11, banyak yang tanya kenapa sih mau jualan stock foto ? padahalkan duitnya cuma sedikit. Yap bener banget, duitnya cuma sedikit. Apalagi sekarang penghasilan minimal perfoto di Shutterstock di potong lebih dari 50%, lebih tepatnya dari yang harga subscription atau langganan mendapatkan $0.25 menjadi $0.10. Kalau di rupiahin berapa ? cuma Rp. 1400,- aja, bahkan buat parkir motor masih kurang. Anjlok banget bukan ? Ya memang, alasannya sih karena pandemi.

Cuma kali ini aku pribadi akan ngasih beberapa alesan kenapa mau jualan stock foto di Shutterstock walaupun cuma diharga segitu. Alasan utamanya tentu daripada cuma bikin penuh hardisk, ya mending dijualkan ? Tapi ada beberapa alasan lain. Apa saja ?

1. Mendapatkan Passive Income dari Aset Digital

Yes, Aku sangat percaya tujuan utama kebanyakan orang jual stock foto mencari penghasilan pasif. Jualan stock foto memungkinkan teman-teman buat dapet uang dari foto karena sistem di platform Shutterstock sudah memasarkan foto kita secara sistematis kepada calon buyer diseluruh dunia tanpa kita harus nawarin ke mereka. Ibarat kata malamnya kita tidur, foto kita jadi ‘tuyul’ yang cari duit sendiri.

Walaupun di awal aku bilang kalau perfoto cuma dihargai $0.10, nyatanya ngga semua foto dibeli dengan harga segitu, bahkan salah satu fotoku setelah skema harga diubah bisa didownload dengan harga $33/download. Oke kita coba berhitung kalau semisal punya 5000 portofolio temen-temen bisa laku perhari 20 foto. 20 x $0.10 = $2 atau sekitar Rp. 28.000,-. Kali satu bulan hasilnya bisa jadi Rp. 840.000,- perbulan dari foto yang sudah bekerja dengan sistem yang sudah ada tanpa harus pasarin. Enak bukan ?  Bahkan beberapa kontributor senior bisa mendapatkan hingga ribuan dolar setiap bulannya dari berjualan foto

2. Menjadi Portfolio Online

Shutterstock bisa menjadi tempat untuk membuat portfolio online untuk fotografi tanpa harus membayar biaya apapun, Bahkan kitanya yang di bayar ! Jadi ketika temen-temen ditanya calon klien mana portfolio fotonya ? bisa banget buat kasih link Shutterstock kalian ke klien. Bisa jadi klien kita juga dateng dari Micorstocknya sendiri. Ingat ngga cuma dilihat orang dari Indonesia, tapi seluruh dunia. Enakkan ?

3. Mengasah Skill Fotografi

Sebelum di approve oleh situs Shutterstock, perlu adanya seleksi terlebih dahulu. Jika berkualitas baik maka akan di approve, sedangkan kualitas yang masih kurang akan di tolak dengan menyertakan alasan kenapa ditolak. Alasan tersebutlah yang membuat kita belajar untuk mengkoreksi skill teknis fotografi mana yang masih kurang dan bisa ditingkatkan dari kita agar foto makin berkualitas.

Sejujurnya gara-gara mulai berjualan stock fotografi, skill menggunakan kameraku semakin meningkat. Di awal-awal hampir 90% fotoku disubmit selalu di tolak. Bahkan jumlahnya bisa sampai lebih dari 10.000 foto, tapi dari alasan di tolak itu aku belajar untuk mengkoreksi skill fotografi. Seiring berjalannnya waktu selama setahun belajar di tolak di Shutterstock sekarang aku udah 80%…. fotonya di tolak ! hahahahha, engga lah ya, sekarang mungkin sekitar 40-60% di tolaknya.

4. Meningkatkan Rasa Eksplorasi

Efek yang aku rasain setelah setahun lebih jadi kontributor adalah sense of exploration meningkat karena stock foto. Hal ini karena ternyata ada banyak banget object yang ternyata belum tereksplorasi dengan baik disekitar kita dan masuk di Shutterstock. Bayangin aja Indonesia mempunyai banyak pulau dengan berbagai jenis kuliner, adat, landmark, wisata, dll yang bisa di explore dan dijual di Shutterstock. Jadi bisa explore dan menghasilkan lewat stock foto. Duitnya bisa dipakai buat modal explore lagi.

Oke ku kasih contoh case, dulunya aku males buat makan ditempat baru atau traveling ke tempat-tempat yang belum ku kunjungi sebelumnya. Jadi cenderung monotone kalau semisal udah suka satu hal itu, gitu-gitu aja. Tapi itu semua berubah semenjak negara api menyerang alias jadi kontributor. Saat ini mikirnya mana nih tempat atau kuliner yang belum terjamah oleh Shutterstock, jadi mikirnya bukan di jamah ama anak Instagram atau Tiktok, melainkan Shutterstock. Terus aku mikirnya juga katakanlah nih kulineran dengan harga mahal sekitar Rp. 40.000,- permakan, yang dulunya males keluarin duit segitu sekarang jadi lepas aja. Ini karena aku mikirnya keluarin duit segitu bisa banget buat ku foto dan nanti di jual di Shutterstock, Nah hasil jualnya itu bisa buat makan lagi nantinya. Enak kan ? Cara dapetin cashback dari eksplorasi gini nih.

5. Nabung Konten

Ketika kita produksi stock foto sama saja memproduksi konten. Stock yang sudah di jual di Shutterstock bisa untuk dipakai lagi secara pribadi untuk konten sendiri seperti media sosial, blog, atau platform lainnya karena sifatnya Royalty Free. Jadi anggap saja jepret stock foto sama saja dengan nabung konten, ketika temen-temen butuhin bisa langsung pakai sendiri selain dijual di Shutterstock.  Aku pribadi sering banget pakai stock foto atau footage pribadi yang niatnya buat jualan di Shutterstock malah buat proyek pribadi. Jadi untungnya  berlipat. Dapat dari Shutterstock dan juga dapet dari proyek pribadi.

6. Narsis yang dibayar

Tambahan dari aku, buat temen-temen yang suka foto diri biar ngga cuma diupload di sosmed bisa coba untuk jual diri melalui Shutterstock. Setiap foto kalian yang didownload pasti akan dihargai. Bonusnya bisa numpang ‘mejeng’ di iklan atau konten perusahaan besar tanpa harus ikut casting. Contohnya berikut nih :

Muka Reezky di Iklan Samsung

Mukaku nampang di Iklan Samsung

Jadi Kenapa Jualan Stock Foto di Shutterstock ? Yap itu tadi alasanku kenapa jualan, jadi ngga cuma sekedar cari duit ya, ada beberapa alasan lainnya yang membuatku suka dengan kegiatan jualan foto di Shutterstock. Buat kalian yang punya alesan lainnya bisa banget tulis di komentar ya atau pertanyaan juga boleh. Semoga bermanfaat.

Buat temen-temen yang baru mulai bisa banget untuk daftar jadi kontributor Shutterstock di link bit.ly/mulaishutterstock

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Ini alasan yang sering gw dapetin kalau lagi me’racuni’ orang untuk gabung di jualan foto di Microstock kaya Shutterstock. Jadi ati-ati kalau kalian kena ‘racun’nya gw ngga tanggung jawab ya✌🏻😄 _ Ada yang mau ditanyakan dan diskusi terkait topik ini feel free buat komentar ya.. _ 👉 Follow me in @Reezky11 for more cheatsheet in Creative Hustle _ #CreativeHustle #SideHustle #SideHustleIdeas #Sidehustles #Sidehustler #microblogging #microblog #microblogger #shutterstock #shutterstockcontributor #shutterstockindo #creativefeeds #freelance #freelancelife #photography #stockphotography #stockphoto #stockphotographer #bisnissampingan #bisnisonline #belajarmoto #belajarfotografi #Tipsfoto #fotografiindonesia #tipsfotografi

Sebuah kiriman dibagikan oleh Reezky Pradata Sanjaya (@reezky11) pada