Dalam beberapa waktu lalu aku diberikan amanah dan tanggung jawab untuk menjadi Chief Marketing and Communications StudentsxCEOs Jogjakarta. Salah satu organisasi asal Bandung yang berfokus pada pengembangan diri. Tujuan dari organisasi ini ialah untuk menjembatanani antara pemimpin sekarang dengan calon pemimpin masa depan.

Umur dari StudentsxCEOs sendiri sebenarnya sudah cukup lama berdiri. Bahkan organisasi besutan Iqbal Maulana yang sekarang berkerja di SKHA Consulting ini sudah berkisar berumur 5 tahun. Waktu yang masih muda untuk organisasi sebenarnya dibandingkan organisasi lainnya yang sudah settle dengan umur yang lebih lama.

Berada di empat kota besar 4 kota besar yaitu Bandung, Jakarta, Jogja, dan Semarang membuatnya cukup dikenal oleh kalangan mahasiswa. Namun menurut saya pribadi, organisasi ini belum memiliki branding yang kuat dibandingkan dengan organisasi lainnya seperti AIESEC atau YOT. Memang untuk AIESEC sendiri merupakan organisasi yang sudah tingkat Global, Semua mahasiswa pasti memahami organisasi ini. YOT yang merupakan besutan dari Billy Boen ini juga sudah dikenal dikalangan mahsasiswa. Permasalahan terletak pada aktivitas Marketing yang kurang menyebar. Tentu untuk mengenalkan organisasi ini harus ada aktivitas Marketing yang baik.

Problem pertama yang ku amati dalam aktivitas organisasi ini dalam kegiatan marketing dan komunikasi ialah tidak adanya sistem yang membantu untuk menunjang aktivitas ini. Dampaknya ialah organisasi ini harus secara randomize untuk mengerjakan aktivitas marketing. Bahkan bisa dikatakan hanya tergantung mood atau waktu-waktu tertentu untuk menentukan aktivitas marketingnya. Pembenahan dalam sistem menjadi langkah awal untuk mengawalinya.

Inginku, dalam periode ini ialah memperbaiki sistem tersebut. Merancang ulang dan memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem ini diharapkan akan mempermudah dan memperjelas arah divisi ini kedepannya. Namun sistem yang dibangun untuk batch saat ini ialah lebih menitik beratkan untuk meningkatkan awareness publik khususnya mahasiswa untuk mengetahui alias mengenalkan StudentsxCEOs itu sendiri.

Formula yang ingin dibawa pada batch ini ialah dengan menerapkan 5 langkah marketing dari Hermawan Kertajaya yaitu 5A (Aware – Ask – Appeal – Act – Advocate). Sebenarnya sistem ini harus diawali pemahaman mengenai sistem o2o (offline to online), style-substance, serta machine-to-machine (M2M) dengan human-to-human (H2H). Namun karena brand yang dibawa bukanlah brand yang memiliki produk baik dalam jasa atau barang, maka tantangannya bukan memhami sistem-sistem tersebut melainkan konversi model pemasaran 5A tersebut untuk diterapkan di organisasi non profit.

  • Aware

Aware adalah langkah awal dari bentuk pemasaran. Tujuan dalam tahapan ini ialah menciptakan suatu ketertarikan dari lingkungan sekitar terhadap brand kita. Inilah yang menjadi titik berat StudentsxCEOs batch ini untuk dilakukan. Menciptakan suatu sistem yang dimana hal ini dapat menarik perhatian di lingkungan sekitar terutama mahasiswa karena merekalah target utama dari SXC. Selain itu para leader atau pemimpin bisnis juga menjadi sasaran kami.

Dalam tahapan ini kami ingin berusaha untuk mengandeng beberapa partnership media massa yang mereka memiliki audience yang banyak. Tak hanya itu, selain mengandeng patner, kami juga berusaha untuk membuat media massa sendiri yang akan menarik perhatian. Porsi terbesar pada tahapan ini ialah lebih kepada online terutama untuk media sosial. Karena media sosial menurut saya pribadi masih sangat efektif untuk menciptakan awareness.

  • Ask

Pase ini merupakan pase ketika orang-orang yang telah melalui tahap aware akan menanyakan mengenai brand kita. Pase ini timbul berarti ialah ketika tahapan aware berhasil menarik perhatian mereka. Itu berarti sistem yang harus dibuat dalam tahapan ini ialah berusaha membuat jendela atau pintu masuk brand kita sejelas mungkin untuk menjelaskan seperti apa brand kita.

StudentsxCEOs sendiri pada tahapan ini mulai membenahi tampilan gapura awal kami. Terutama Webiste, menjadi salah satu kunci untuk menjelasan siapa StudentsxCEOs itu. Salah satu organisasi AIESEC. Pintu gerbang mereka dalam online sangat menjawab apa yang mereka pertanyakan mengenai seperti apa brand itu.

Tak hanya online, didalam dunia offline juga harus seimbang. Dalam hal ini, StudentsxCEOs juga mencoba untuk membangun member-member core team untuk benar-benar memahami seperti apa itu SXC. Agar supaya mereka juga dapat menjadi agen-agen untuk menjalankan tahapan ini.

  • Appeal

Tahapan ketiga dalam merupakan tahapan yang menentukan apakah mereka akan melakukan aksi atau hanya sampai disini saja. Dalam tahapan ini ialah tahapan dimana orang akan menanyakan kepada teman-teman atau orang lain mengenai brand kita. Mereka akan mengulik berbagai informasi dari orang-orang yang bisa dipercaya. Apabila orang tersebut merekomendasikan brand kita, tentu ada kemungkinan  untuk lanjut ke tahap berikutnya. Namun bila tidak, maka langkah mereka hanya akan selesai di pase ini.

Dalam pase ini menciptakan World of Mouth (WOM) yang baik merupakan kunci sukses pase ini. StudentsxCEOs yang bergerak pada pengembangan diri harus membuat citra diri mereka bagus sehingga dapat dikenal dengan baik. Maintenance relation dengan patner atau mahasiswa-mahasiwa yang pernah bekerja sama menjadi kunci suksesnya WOM. Maka dari itu kami mencoba untuk membangun sistem maintenance relation yang baik.

  • Act

Bagi penjual barang atau jasa, tahapan ini tahapan yang sangat menyenangkan karena orang yang dipasarkan akan mau untuk membeli produk dari kita. Bagi organisasi non-profit terutama StudentsxCEOs, hal ini berarti orang mau untuk bergabung dengan acara kami. SXC sendiri memiliki berbagai macam bentuk acara yang itu akan mengajak pihak dari luar untuk bergabung seperti Meet The CEO, School of Idea, atau Annual SXC Summit. Tentunya setelah berhasil dalam 3 tahapan sebelumnya, key success kami ialah banyaknya pendaftar dalam acara-acara kami.

Namun didalam pase ini ada beberapa yang harus diperhatikan. Salah satunya ialah kemudahan akses untuk bergabung dengan acara kami. Sistem easy success menjadi faktor penting juga dalam tahapan ini. Apabila mereka mengalami kesulitan dalam action mereka, ada kemungkinan juga untuk mereka justru kecewa. Selain itu karena dalam pase ini juga merupakan tahapan terdekat dengan calon patner kami maka Impression terhadap SXC juga harus dibangun sebaik mungkin. Seperti kata Hermawan Kertajaya, “Tak hanya sekedar merasa OK, tapi buat mereka meresa WOW dengan brand anda.”

  • Advocate

Terakhir pase Advocate. Pase ini terjadi apabila patner puas terhadap brand anda dan mereka mau merekomendasikan brand anda. Maka dari itu ingat, impression dalam pase Act menjadi penting. StudentsxCEOs harus bisa memberikan impression yang baik tersebut. Tak hanya sekedar itu, sekali lagi SXC akan berusaha sebaik mungkin untuk maintenance relation. Apabila hubungan tetap terjaga, WOM mengnai SXC akan baik, dan mereka tak kan Cuma-Cuma untuk merekomendasikan kami.

 

Dengan kelima langkah tersebut tentu tidak mudah untuk menjalankannya, bahkan cukup berat juga untuk dijalankan sebuah organisasi. Bagaimana tidak, organisasi Non-profit seperti StudentsxCEOs butuh extra tenaga untuk berjalan lebih kencang. Namun dengan tim Marketing & Communication seperti saat ini aku percaya tim ini bisa berjalan dengan cepat. Tapi bukan dengan tenaga yang kencang. Karena aku sadar kehidupan tim ini tidak hanya berfokus pada organisasi ini. Ritme kerja yang harus dilakukan oleh tim ini ialah Effesiensi Kerja. Tenaga kecil tapi dampak besar !

Membagi menjadi 3 fungsi dalam tim ini yaitu Creative & Design, Publication, Relation. Masing-masing fungsi ini akan saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Ketiga fungsi ini dibentuk karena untuk mefiensikan kerja sekaligus mendukung tahapan 5A sebelumnya.

Saya percaya kami tim dari Marketing and Communication StudentsxCEOs Jogja batch 4 : Arindha Natasari, Brotosen, Resa Masela, Reezky Pradata, Riskha Adelia, dan Samuel Sillitonga untuk bisa membawa brand StudentsxCEOs Jogja level up !