Bonus Materi Exclusive 

Maaf ya, beberapa video dari link buku ini masih dalam proses pengerjaan. Aku lagi berusaha supaya semua selesai paling lambat akhir Agustus 2025. Makasih banyak sudah sabar nunggu — jangan lupa cek lagi nanti, ya!

Fungsi Gear dan Tools

Kalau kamu ingin meningkatkan kualitas konten, tentunya kamu harus belajar dan upgrade gear serta peralatan. Aku yakin beberapa dari kalian pasti masih belum paham apa kegunaan masing-masing gear atau gear seperti apa yang sebenarnya diperlukan. Jadi, aku kumpulkan ke dalam satu table rekomendasi gear and tools. Selain itu, biar nggak bingung cara pakai dan kegunaannya, aku jelaskan dalam video di bawah ini. Langsung tonton aja, ya!

1. Handphone

Handphone adalah salah satu gear yang paling mudah untuk kamu dapatkan. Selain fleksibel bisa dibawa kemana-mana, handphone juga mudah untuk digunakan apabila kamu mendadak ketemu spot atau objek yang oke untuk stock foto.

Kekurangannya adalah ukuran sensor yang dimiliki handphone termasuk kecil, sebagus apapun produsen handphone-nya. Sehingga, kualitas foto akan terlihat kurang bagus, apalagi kalau kamu cek di layar yang lebih besar seperti laptop. Karena ukuran sensor sangat menentukan kualitas stock-nya.

Beberapa handphone yang recommended dengan kualitas hasil yang cukup baik seperti seri Iphone diatas Iphone 11, Samsung dengan harga di atas 5juta, ataupun merek lainnya yang menawarkan kualitas kamera yang bagus.

2. Laptop

Tanpa gear yang satu ini, aku sangat yakin pekerjaan microstock akan terasa sangat ribet. Walaupun tetap bisa menggunakan handphone, tetap saja tidak akan secepat menggunakan laptop.

Laptop merupakan gear yang sangat penting untuk microstocker, mulai dari pengeditan pascaproduksi, pengelolaan file, dan upload gambar atau video ke platform microstock. Laptop yang kuat diperlukan untuk menangani software pengeditan foto dan video yang berat. Aku pribadi sekarang menggunakan laptop Macbook Pro 2017. Lalu, ada juga PC custom yang dipakai oleh timku untuk memudahkan alur kerja atau workflow di atas.

3. Kamera

Kamera adalah ‘senjata’ utama untuk mengambil gambar atau footage yang akan dijual di platform microstock. Kualitas sensor dan kemampuan menangkap detail adalah faktor penting dalam kamera untuk microstock. Menggunakan kamera akan bisa meningkatkan kualitas foto dengan lebih baik.

Aku sendiri menggunakan kamera Sony ZV-E10 mark 1 karena body-nya kecil dan compact. Hasil stock foto ataupun footage-nya juga bagus. Aku memilih ini karena lebih suka kamera yang tidak begitu mencolok ketika kita foto di tempat umum. Tapi aku punya harapan untuk upgrade ke kamera dengan sensor full frame seperti Sony A7C II atau A7CR karena ingin kualitas foto dengan dynamic range* lebih baik.

*Dynamic range adalah kemampuan kamera untuk menangkap detail pada bagian yang sangat terang (seperti langit) dan sangat gelap (seperti bayangan) dalam satu foto.

Sebagai referensi lain, beberapa senior microstocker juga menggunakan kamera dari yang murah sampai yang full frame. Seperti mas Bima Adhitya menggunakan Canon Eos M, Mas Daniel Rizwandi dari Rizvisual menggunakan Canon EOS M50 dan juga Nikon seri Z, Om Leo Lintang menggunakan Nikon Z berbagai seri, Mas Gatot Adri dari Garakta Studio menggunakan Canon EOS RP.

4. Lensa

Kalau kamu sudah punya kamera mirrorless dengan sensor APS-C dan ingin mengembangkan kemampuan fotografi stock, pilihan lensa itu penting banget. Lensa yang tepat bisa membantu kamu menangkap berbagai jenis gambar dengan lebih baik.

Di bawah ini, aku sudah buat rekomendasi lensa berdasarkan focal length**, lengkap dengan kegunaan fotonya untuk microstock.

Focal Length Fungsi Fotografi untuk Microstock
11mm (Prime) Cocok untuk foto interior atau arsitektur. Lensa ini memberi sudut pandang yang lebar tanpa terlalu banyak distorsi, cocok buat ruangan kecil atau area terbatas.
30,, / 35mm / 50mm (Prime) Untuk foto potret dan lifestyle, lensa ini memberi sudut pandang yang mendekati penglihatan manusia. Gambar lebih tajam dan bokeh lebih halus, ideal untuk potret close-up yang lebih natural.
85mm (Prime) Lensa 85mm prime cocok dalam genre potret, makanan, dan produk, karena menghasilkan bokeh yang lembut serta detail tajam dengan sedikit distorsi. Dengan aperture lebar (f/1.8 atau f/1.4), lensa ini memungkinkan pengambilan gambar dalam cahaya rendah dan memberikan efek artistik yang menarik bagi pembeli microstock.
90 / 100mm (Macro) Khusus buat foto macro, lensa ini memungkinkan kamu menangkap detail kecil dengan sangat tajam. Cocok buat microstock yang fokus ke produk kecil atau tekstur, seperti perhiasan, bunga, serangga, dan makanan.
12-24mm / 18 – 35mm Cocok buat foto landscape atau arsitektur. Lensa wide ini bisa menangkap area yang luas dengan distorsi minimal. Kalau kamu mau ambil gambar gedung atau pemandangan alam, lensa ini pilihan yang bagus.
24-70mm Lensa zoom serbaguna yang bisa digunakan untuk banyak situasi, dari landscape hingga potret. Kalau kamu ingin lensa yang fleksibel untuk berbagai jenis foto, ini bisa jadi pilihan lensa yang praktis.
70-200mm Lensa telephoto yang ideal buat foto wildlife, sports, atau foto dari jarak jauh. Bisa bikin subjek tetap tajam meskipun dari jauh, dan kalau kamu mau ambil gambar hewan atau objek bergerak cepat, lensa ini merupakan pilihan yang cocok.

**Focal length merupakan jarak antara pusat optik lensa dengan sensor kamera, menentukan seberapa besar atau kecil suatu objek akan terlihat dalam foto.

5. Lighting (Pencahayaan)

Buat aku, lighting itu sangat penting karena begitu aku investasi di lighting, pendapatan microstock naik lebih dari 2x lipat. Kenapa? Karena kualitas yang dihasilkan sekarang jadi jauh lebih bagus dibandingkan tanpa lighting.

Secara dasar, lighting digunakan untuk mengontrol pencahayaan pada subjek, menghilangkan bayangan yang tidak diinginkan, dan menambahkan dimensi atau suasana pada gambar.

Untuk itu berikut beberapa jenis yang bisa kalian gunakan untuk memberikan pencahayan yang bagus ketika sedang mengambil stock foto atau footage:

  • Continuous Light (Cahaya Kontinu) – Lampu yang menyala terus-menerus seperti LED panel atau softbox, cocok untuk videografi dan fotografi produk karena memungkinkan kontrol pencahayaan secara langsung.
  • Strobe Light (Lampu Kilat/Flash) – Lampu dengan intensitas tinggi yang menyala sekejap, sering digunakan dalam studio fotografi untuk mendapatkan pencahayaan dramatis dengan bayangan tajam.
  • LED Panel Light – Cahaya LED yang portabel dan hemat energi, sering digunakan dalam videografi microstock karena fleksibilitasnya dalam mengatur suhu warna dan intensitas cahaya.

    6. Reflektor dan Softbox

    Punya lighting tanpa punya alat ini juga tidak akan terlalu terlihat hasilnya. Kira-kira alat apa? Ya, betul banget, reflektor dan softbox. Keduanya bisa membantu kamu lebih mudah dalam mengatur cahaya, mulai dari memantulkan cahaya ke area tertentu pada subjek, mengisi bayangan, dan memberikan highlight alami.

    Softbox

    1. Rectangular Softbox – Bentuk persegi panjang, cocok untuk fotografi produk dan potret karena menghasilkan cahaya yang merata dan lembut.
    2. Octagonal Softbox (Octabox) – Memberikan pencahayaan lebih alami dan refleksi bulat di mata model, sering digunakan dalam beauty photography dan videografi.
    3. Strip Softbox – Berbentuk panjang dan sempit, ideal untuk pencahayaan samping dalam fashion photography atau memberikan efek cahaya tepi pada subjek.
    4. Parabolic Softbox – Memiliki kedalaman lebih dalam dengan distribusi cahaya yang lebih terarah, cocok untuk efek dramatis dalam potret dan stock footage sinematik.

    Reflector

    1. 5-in-1 Reflector – Kombinasi dari beberapa warna (putih, silver, gold, hitam, dan diffuser), fleksibel untuk berbagai kondisi pencahayaan dalam stock photography dan videography.
    2. Black Reflector (Negative Fill) – Digunakan untuk menyerap cahaya dan menciptakan bayangan yang lebih dalam, memberikan tampilan dramatis pada potret atau videografi.
    3. Translucent Reflector (Diffuser) – Digunakan untuk melembutkan cahaya matahari atau lampu, mengurangi bayangan keras dalam pemotretan outdoor maupun studio.

    6. Tripod dan Gimbal

    Kalau mau foto studio ataupun footage di luar ruangan, tripod dan gimbal menjadi barang yang wajib dimiliki agar tetap stabil saat shooting. Kebanyakan microstocker yang sudah pro dalam pengambilan footage selalu menggunakan alat ini. Hasilnya tentu jauh lebih bagus dibandingkan hanya menggunakan tangan.

    Gimbal

    • Handheld Gimbal – Gimbal genggam yang digunakan untuk kamera atau smartphone, ideal untuk videografi stock dengan pergerakan halus seperti vlog dan travel footage.
    • Wearable Gimbal – Gimbal kecil yang bisa dipasang di tubuh atau helm, cocok untuk stock video aksi atau olahraga ekstrem.

    Tripod

    • Tabletop Tripod – Tripod kecil yang digunakan untuk kamera atau smartphone di meja, cocok untuk stock video tutorial atau unboxing.
    • Compact Travel Tripod – Tripod ringan dan portabel yang mudah dibawa bepergian, ideal untuk fotografi landscape atau cityscape stock.
    • Fluid Head Tripod – Tripod dengan kepala cairan untuk pergerakan yang lebih halus saat merekam video stock dengan pan dan tilt.
    • Gorillapod (Flexible Tripod) – Tripod dengan kaki fleksibel yang bisa ditekuk dan dikaitkan ke berbagai permukaan, berguna untuk angle unik dalam stock photography dan videography.
    • Monopod – Tripod satu kaki yang lebih fleksibel untuk pergerakan cepat, sering digunakan dalam event stock photography dan videografi olahraga.

    7. Software

    Software editing digunakan untuk memperbaiki, menyempurnakan, dan mempersiapkan gambar atau video sebelum di-upload. Ini termasuk mengatur eksposur, menghapus objek yang tidak diinginkan, menyesuaikan warna, dan menambahkan *metadata.*Contoh software yang sering ku gunakan seperti Adobe Premiere, Adobe Photoshop, Adobe Lightroom, Xpiks, Notion, dan beberapa lainnya.

    8. External Hard Drive

    Aku yakin kalau sudah jadi microstocker, barang satu ini wajib dimiliki, yaitu external hard drive. Tentu fungsi utamanya untuk menyimpan dan mencadangkan file gambar dan video. Ini penting karena file berkualitas tinggi sering kali berukuran besar dan membutuhkan ruang penyimpanan yang signifikan.

    Aku sudah menghabiskan kurang lebih sekitar 6TB untuk penyimpanan file microstock, baik foto maupun footage. Ada dua jenis hardisk yang aku punya, portable hardisk untuk dibawa ke mana-mana dan hardisk server yang khusus ditaruh di rumah saja untuk back up portable hardisk. Ini tentunya akan mengurangi risiko kehilangan file stock.

    9. Background/Backdrop

    Untuk foto studio, mulai dari foto orang sampai makanan, punya background atau backdrop sangat penting. Backdrop ini berfungsi untuk mengontrol latar belakang subjek, menambah estetika, atau menciptakan tema tertentu dalam gambar, dan menciptakan tampilan yang lebih profesional. Aku ada beberapa jenis background dari yang berbahan kertas, kain, hingga kayu atau seperti piring dan meja putar.

    Peralatan-peralatan ini adalah investasi penting untuk mendapatkan hasil foto dan video berkualitas tinggi agar diterima di platform microstock dan memiliki peluang tinggi untuk terjual.