Banyak orang yang mulai untuk berjualan Shutterstock namun masih bingung prosesnya apa saja. Terlebih untuk temen-temen yang baru gabung untuk jadi kontributor Shutterstock. Nah maka itu aku bakalan berbagi mengenai cara jualan di Shutterstock. Tidak susah cukup ikuti 4 proses ini dan lakukan berulang-ulang. Karena intinya jualan stock foto itu adalah hal yang dilakukan berulang dengan konsisten untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya.

Proses utama adalah daftar akunnya dulu ! jika ada ya dan buat temen-temen yang baru mulai bisa banget untuk daftar jadi kontributor Shutterstock di link bit.ly/mulaishutterstock. Nah baru setelah selesai daftar menurutku ada 4 proses yang harus temen-temen lalui ketika mulai berjualan stock foto. Apa saja ?

1. Jepret

Shoot alias jepret proses paling pertama jualan foto. Sama seperti proses pabrik dalam membuat produk, tentu proses pertama adalah produksi produk yang ingin di jual. Pada case ini karena kita akan berjualan foto, maka ya jepret adalah proses utama.

Lalu objek seperti apa yang bisa di jual di Shutterstock ? Semuanya bisa dijual asalkan memenugu standar tertentu teknis foto yaitu  objek foto yang ingin di jual dan pastikan foto dengan resolusi maksimal, Cahaya cukup dan ISO serendah mungkin agar tidak noise, dan titik fokus jatuh di obyek foto. Mulai foto pakai HP kalian karena kualitas kamera HP sekarang udah bagus dengan objek yang ada disekitar kalian. Kalau punya kamera DSLR atau Mirrorless akan lebih bagus.

Oya catatan buat temen-temen yang ingin jual foto musti sering kena hak cipta apabila foto teman-teman mengandung brand baik dalam bentuk tulisan ataupun logo. Kemudian apabila ingin menjepret muka orang teman-teman juga harus mempunyai model rilis terlebih dahulu. Tulisan selanjutnya akan ku bagikan mengenai object foto yang ditolak oleh Shutterstock.

2. Editing

Proses ini ngga harus dilakukan tapi ku sangat rekomen untuk lakuin. Jadi ngga semua orang atau kontributor melalui proses ini. Mengapa ? karena ribet untuk ngedit sebenernya. Lebih mending dari kamera pindah komputer terus langsung jual ke Shutterstock. Padahal menurutku proses ini jadi salah satu penentu laku tidaknya foto kita.

Karena apa ? Karena dengan editing foto kita bisa meningkatkan kualitas foto terutama pada warnanya sehingga dimata buyer lebih bisa stand out dibandingkan foto lainnya. Tapi ingat editingya tidak usah berlebih, pastikan buyer masih bisa edit ulang setelah membeli.

3. Upload

Proses upload dari gadget atau komputer kita ke server microstock. Tipsnya tidak perlu banyak-banyak dalam satu kali upload. Saran ku maksimal 50 foto. Agar apa ? Supaya temen-temen tidak merasa berat waktu submit, mencegah terjadi error upload, dan lebih tertata. Aku rekomen juga untuk upload pakai FTP FileZilla agar proses upload lebih cepat dan tertata. Tenang software ini gratis kok untuk di download. cari aja di Google ‘FileZilla’

4. Submit

Proses terpenting untuk memasukan metadata ke foto dan di ajukan ke kurator Microstock untuk di approve tidaknya sebelum dijual ke pasar. Metadata berisi Title, Category, dan Keyword. Ingat sebagus apapun fotonya belum tentu laku kalau keywordnya salah, foto seambyar apapun kalau diterima dan keywordnya bagus akan lebih mudah laku.

Untuk temen-temen yang baru gabung kalau masih bingung terhadap keyword dan titlenya, temen-temen bisa contek foto dan title foto yang sejenis dari kontributor lain. Tentang copas disini diijinkan kok. Untuk keyword Shutterstock juga sudah ada fitur keyword suggestion yang memudahkan teman-teman dalam mendapatkan keyword yang relevan dengan foto yang ingin disubmit dengan cara mengetik keyword yang sesuai foto, pilih 3 foto yang hampir mirip, pilih keyword yang ingin di masukan kedalam foto teman-teman.

Nah itu saja prosesnya. Mudah bukan ? Tentu mudah, yang susah itu adalah konsistennya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa tinggalkan komentar !

 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Reezky Pradata Sanjaya (@reezky11) pada