Tepat 1 November 2021 aku sudah menjadi kontributor selama 2 tahun 10 bulan dan udah hasilin 6900+ portofolio di Shutterstock. Nggak cuma di Shutterstock namun juga ke beragam microstock lainnya seperi AdobeStock, Depositphotos, 123RF, dan masih banyak platform lainnya. Lalu apa yang aku pelajari dari menjual diberbagai platform tersebut ? Kesimpulannya adalah :
“Banyaknya portofolio belum tentu penghasilannya besar jika tidak disertai kualitas dan sesuai dengan demand market” – Reezky Pradata, 2021
Lalu gimana rencana selanjutnya untuk meningkatkan penghasilan di Shuttersetock ? Nah aku udah tulis di Microblogku di IG, namun akan ku coba detailkan disini kira-kira apa aja strategi dan rencana untuk meningkatkan penghasilan di Microstock. Ngga cuma di Shutterstock aja. Mulai dari:
1. Meningkatkan kualitas Stock

Kualitas Stock Foto
Target utamaku untuk stock foto adalah meningkatkan kualitas jepretan. Yang semulanya ‘seadanya’ akan jadi stock yang terkonsep dan ’stock banget’. Gw akan banyak banget invest ke tools terutama lighting yang bagus. Tantangannya di modalnya yang lumayan besar. Aku coba hitung berapa sih kebutuhan lighting untuk stock, ternyata sekitar 6-10 juta rupiah. Memang besar sih, cuma aku yakin akan balik modal dengan cepat.
2. Mengikuti Demand Market

On Demand Shutterstock
Aku ngga akan foto sembarang lagi, aku akan bener-bener fokus terhadap demand market seperti apa sehingga stock foto yang berkualitas gw akan blend dengan kebutuhan market. Cuannya jadi lebih cepat dan ngalir. Lalu gimana cara mencari foto yang lagi demand atau banyak dibutuhin ? Gampang, di masing-masing Microstock akan sering ngasih tau apa saja yang dibutuhin oleh bulan berikutnya alias stock list. tinggal ikutin aja apa yang mereka butuhin.
3. Microstock yang lebih banyak pembeli

Envanto element
Ada Envato Element, Creative Market, dan Freepik yang market nya oke tapi masuknya susah kalau kualitas fotonya kurang oke. Untuk itu setelah ningkatin kualitas, aku akan nyasar 3 market itu. maka dari itu, ningkatin kualitas foto memang menjadi target utama untuk meningkatkan penghasilan di Shutterstock
4. Partner Nyetock
Aku nggak akan sendiri untuk berburu stock foto kedepannya. Aku akan ngajak kerjasama dengan tim atau partner yang tepat untuk ini. Karena foto yang berkualitas akan lebih susah kalau kamu sendiri. dan disini aku akan ngajakin pasanganku karena kebetulan dia merupakan model foto. Jadi bisa banget buat di jual di Shutterstock hahaha.
Yuk Sambat !
Aku udah sambat mengenai tantanganku, nah sekarang gantian ceritain dong di kolom komentar mengenai tantangan apa yang kalian hadepin sekarang pas nyetock dan rencana apa yang akan kalian lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut?
Sebagai apresiasi sederhana. Jangan lupa juga untuk follow di IG karena aku sering banget untuk berbagi ilmu mengenai Shutterstock. Thank you.
Lihat postingan ini di Instagram

mantab bang, fokus ke demand ya kalau begitu, dan fokus hasil foto yang benar benar untuk stock foto heehehe
Waah ternyata memang poto yg kiri lowlight ya. Aku lagi ngilutin konsep yg kiri bang. Dalam hati aku bertanya2 kok poto si abang kurang tajem ya, kuramg fresh ya. Ternyata dibahas di sini penjelasannya. Jadi smakin termotivasi lagi. Baru terjun 3 bulan bang mohon doanya.
Wow, nemu postingan ini. Nyampai juga di blog mas reezky, gilak wow keren perjalanan sampai tahap ini. Saya baru starting nyoba, dan baru terkumpul 24 foto. Karena masih ngerjain sendiri, tantangannya buanyak mas. Mulai dari tool yang cuma ada kamera, jenis foto yang masih ala kadarnya, dan belum banyaknya porto. Postingan singkat ini, telah memberi tahu saya untuk lebih baik dan tidak asal-asalan dalam nyetok foto. Termasuk demand market. Thanks, mas reezky sharingnya.