Mencoba mengingat segala ingatan yang terjadi pada masa awal kuliah dulu. tepatnya di tahun 2013 atau tepat 4 tahun yang lalu. tulisan ini juga ditulis hanya sekedar menjadi prasasti semasa kuliah dan mengingatkanku dan menyebarkan pengalaman bagaimana rasanya jadi mahasiswa. siapa tau anakku kelak juga baca tulisan ini ( ini pengalaman bapakmu nak, semoga kamu bisa mendapatkan kehidupan diperkuliahan yang jauh lebih baik ).

Di mulai dari awal dulu sewaktu SMA, dimana pada saat kelas 3 SMA aku rajin-rajinnya ikut les di bimbel bahkan dari pagi sampai sore demi ngejar ketertinggalanku karena dulu SMA isinya cuma bikin blog sama pacaran. bahkan masih ingat dirapot sekolah nilai matematika kelas 2 waktu itu ditulis pakai pensil sama guru matematikanya. tulisannya angka 69, nilai terjelek seangkatan waktu itu dan ranking 33 dari 36. SMA kelas satu setahun aku bolos 43 kali. alasannya karena sering telat dan dapet skors, kalau bolos ngak dapet skors. mending bolos. itu masa jahiliah waktu itu.

Sebenarnya dalam memilih jurusan aku sangat terinspirasi oleh omku yang kini telah sukses didunia periklanan. indikatornya sederhana waktu itu, punya mobil bagus dan tinggal di komplek perumahan mewah. akhirnya SNMPTN ambilah jurusan Ilmu Komunikasi sama seperti om walau sebenernya aku tau ngak bakal keterima di SNMPTN. akhirnya kesempatan kedua muncul, lewat SBMPTN aku milih jurusan yang sama yaitu Ilmu Komunikasi, dan kampusnya yang pertama Komunikasi UGM, terus komunikasi UI, dan terkahir Komunikasi UNS. terlalu nekat buat siswa yang pernah dapat peringkat 3 terakhir dikelas sepertiku. tapi dulu waktu ikut Try Out se Klaten, aku pernah dapat rank 1 dan selalu 10 besar di Try out bersekala lebih besar. hal itu yang bikin aku pede buat ngambil jurusan yang susah.

Akhirnya saat itu impianku terkabul. diterima di perguruan tinggi negeri yang diimpikan yaitu di UGM, dengan jurusan yang sama dengan omku. suatu kebanggaanlah pokoknya. namun ternyata saat itulah negara api mulai menyerang.

Masih ingat pada saat itu pada saat mengikuti Ospek PALAPA dengan rasa bangga dan bahagia menjadi mahasiswa UGM. tiga ingatan yang teringat saat itu ialah pembicara didepan saat itu ialah Jusuf Kala, ada pesawat Gantole yang terbang membawa spanduk bertuliskan “selamat datang calon pemimpin bangsa” pada saat itu rasanya ingin nanggis, terkahir adalah pertama kali open mic didapan maba se FISIPOL yang fail abis karena pada ketawa ( pada ketawain aku ).

Pada saat menjadi maba waktu itu, kelas pertama masuk kuliah aku ngak masuk karena bangun kesiangan. kelas waktu itu dimulai pada jam 7 pagi dan aku bangun jam setengah 8. luar biasa sekali maba satu ini, masa depan kuliah sangat cerah menanti didepan.

Permasalahan kedua juga muncul yaitu pada saat kuliah dulu, belum ngerti cara nulis sitasi yang bener. ku pikir masih pake stlye SMA, copas terus tulis referensi. hingga akhirnya, IP pertama yang dulu kudapatkan sangat anjlok dibandingkan temen-temen yang lain. ya walau masih di atas 3. buat kalian maba yang baca ini, belajarlah secepat dan sepaham mungkin cara nulis referensi atau sitasi.

Permasalahan ketiga, ini yang paling hororlah. Jadi ceritanya aku punya sahabat deket dari jaman SMP. pokoknya akrab banget sampai tiap malam minggu kita tidur bareng buat ngobrolin gebetan dan cewek saat itu sambil minum Kiranti. dia ngajakin aku untuk tinggal satu rumah karena dia punya rumah di Jogja waktu itu. tepatnya didaerah selatan Sekolah Tinggi Pertanahan di jalan Godean. dari jalan Godean sampai ke UGM sebenarnya sangat jauh, mana tiap pagi macet. tapi karena disitu aku ngak bayar biaya kontrak akhirnya udahlah ambil saja itung-itung ngirit. waktu itu aku tinggal berdua dengan sohib dari SMP juga. namanya Lugas sama Faiz.

first impression waktu lihat rumahnya adalah cukup horror, karena bangunan lama walau di perumahan. tapi paling juga ngak ada setan. tapi ternyata dugaan pada waktu awal salah. rumah tersebut ternyata memang banyak sekali kejanggalannya yang terpaksa harus kami hadapi waktu itu. mulai dari waktu mandi tiba-tiba warna air jadi kuning terus bening terus kuning lagi ( kaya difilm horor beneran ), terus pompa sumur yang mati terus padahal udah dibenerin berkali-kali, sering kedengar suara aneh di belakang. Om ku ahli supranatural yang sempat berkunjung dirumah itu bilang kalau memang rumah itu penghuninya ngak cuma kita bertiga tapi ada keluarga gaibnya. Pada saat itu sih santai aja karena Faiz orang lulusan silat dan rajin sholat. pokoknya dia itu satpam gaib maupun nongaib. jadi ngak takut akan hal kaya gitu selama ada dia.

Namun gangguan terbesar dari itu semua adalah sering banget terciumnya aroma tidak sedap seperti Babi pada saat itu. bahkan temen-temen dari Klaten yang sering berkunjung kesana sering tidak kuat untuk menciumnya. (Yang satu ini sebenernya sudah ngerti apa penyebabnya tapi ngak enak aja nulisnya) pokoknya itu godaan terbesar di rumah Jogja.

Hal miris lainnya ialah karena pada saat itu pompa air mati dan jika berfungsi maka airnya keluar warna kuning akhirnya aku dan Faiz menentapkan untuk mandi di pom bensin atau masjid. jadi pada waktu itu tiap pagai kami pergi disalah satu pom bensin Godean untuk mandi disitu. bahkan mas-mas pombensin sampai hafal kita mandi disitu. kalau tidak sempat mandi paginya di pom karena bangun kesiangan, aku sering sekali mandi setelah kelas selesai di kampus sampai ngangguin orang-orang yang mau BAB. tiap kali aku berangkat ke kampus waktu itu, di Jok motor selalu tersedia peralatan mandi. hal ini buat mempersiapkan kalau sore sekalian mandi di pom. berbagai pom kalau sore udah ku cobain satu-satu kamar mandinya. Pom bensin Jakal, Sagan, Terban ( yang paling bersih ), dan lain-lainnya. Atau kalau sore aku sama faiz sering ketemu buat mandi di Masjid besar UNY. disitu kamar mandi buat mandinya banyak banget, jadi pede-pede aja kalau mandi lama. pokoknya mandi diberbagai belahan kamar mandi di Jogja semasa kuliah adalah pengelaman paling miris tapi seru.

Di masa akhir semester satu waktu itu akhirnya aku menetapkan untuk tidak tidur dirumah itu lagi karena ngak ada temen dan cukup serem kalau tinggal sendirian. akhirnya nglaju adalah pilihan terbaik.

satu lagi yang palingku syukuri adalah aku dulu ngak daftar Bidikmisi tapi diterima Bidikmisi karena kuota pada tahun 2013 adalah kuota terbanyak.  Yang kupelajari saat awal kuliah adalah penyesuaian kuliah itu sangat penting karena transisi dari SMA ke kuliah apalagi dari SMA yang bukan Favorit ke kampus favorit itu susah. plus pilihlah tempat tinggal seperti kosan atau kontrakan yang sangat mendukung kamu buat berkembang.

Kalau tanya soal percintaan ya gitulah, dulu awal masuk kuliah naksir kakak angkatan yang cantik nan imut. terus sedikit kaget, ternyata cewek-cewek dikuliah banyak yang lebih cantik daripada SMA.

ini foto ayah dan temen-temen waktu SMA kelas 2 tahun 2012

Ini foto ayah waktu semester satu tahun 2013. di Foto di kontraknya om Billy ( temen SMA ayah ) pas pagi-pagi abis mandi.

Tugas Ayah waktu kuliah semester 1

Dilema Pemilih Baru Pemilu 2014

Yogjakarta, 27 Oktober 2013 | 11:10 WIB

Yogjakarta – Jelang pemilihan Legislatif dan Presiden yang akan diadakan pada bulan April dan Juni 2014 mendatang, Komisi Pemilihan Umum masih belum menentukan Daftar Pemilih Tetap pada Pemilu mendatang sampai saat ini. Masyarakat masih di bingungkan apakah mereka memiliki hak pilih pada pemilu medatang termasuk remaja yang berdomisili di Yogjakarta yang telah memasuki usia 17 tahun.

Hal ini di karena kan Remaja yang baru mengijak usia 17 tahun belum memiliki NIK dan namanya belum tercantum dalam daftar pemilih tetap Pemilu 2014. Padahal NIK atau Nomer Induk Kependudukan ini merupakan salah satu syarat sebagai sesorang untuk menjadi pemilih pada Pemilu sebagaimana yang disebutkan di Undang-undang tentang pemilihan umum pasal 32 ayat 2.

Untuk menjadi pemilih pada Pemilu bukan hanya memiliki NIK, melainkan calon pemilih harus mendaftarkan diri untuk menjadi pemilih di KPU. Pada proses ini juga belum tentu langsung menjadi pemilih tetap dalam Pemilu, tetapi data calon pemilih harus di kirimkan ke KPU pusat untuk di sah kan menjadi pemilih tetap dalam Pemilu mendatang.

Karena proses tersebut juga memakan waktu yang cukup lama, maka di khwatirkan hal ini akan bisa mengancam pemilih baru yang usianya baru akan memasuki usia 17 tahun ketika menjelang Pemilu. Hal ini di kerenakan pada saat menjelang Pemilu seperti 2 bulan sebelum pemilu, KPU akan dibebanni oleh salah satu tugasnya yaitu menerima, meneliti dan menetapkan Partai-partai Politik yang berhak sebagai peserta Pemilihan Umum. Jika pemilih baru tidak mendapatkan haknya untuk memilih pada Pemilu mendatang tentu juga akan berdampak meningkatnya jumlah golput pada Pemilu 2014.

“ Ya sayang sekali ya jika kita tidak bisa merayakan usia 17 tahun dengan cara ikut serta di pesta demokrasi yang paling di tunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Saya sendiri menantikan hal ini, saya juga ingin ikut berperan dalam menentukan masa depan bangsa melalui Pemilu 2014 mendatang. Tapi saya juga khwatir semisal tidak terdafatar sebagai pemilih dalam Pemilu.” Kata salah satu siswi kelas 2 di SMAN 8 Yogjakarta, Indah Ramadhani saat diwawancarai, Sabtu (26/10). Indah juga mengkhwatirkan semisal tidak menjadi pemilih tetap pada pemilu 2014 yang akan datang karena baru menginjak usia 17 tahun pada tanggal 11 Maret 2014 mendatang.

Masyarakat juga menuntut supaya Komisi Pemilihan umum segera menetapkan Daftar Pemilih Tetap pada Pemilu 2014 mendatang secepatnya serta memberikan kepastian terhadap pemilih baru apakah mereka memiliki hak pilih pada Pemilu mendatang.

Di situs berita online maupun media sosial seperti Facebook atau Twitter banyak memperbincangkan seputar Pemilu 2014. Dalam beberapa situs berita online sering kali memuat berita tentang kinerja KPU dan pemerintah dalam mempersiapkan Pemilu. Di media sosial juga masyarakat banyak yang memberikan saran maupun kritik terhadap pemerintah seputar Pemilu 2014.

“ Saya sering menyanyakan seputar kesiapan pemerintah untuk Pemilu mendatang dan memberikan saran kepada pak Presiden Susilo Bambang Yudhono karena beliau merupakan penanggung jawab dalam Pemilu 2014 melalui akun Twitter saya kepada akun Twitter milik pak Presiden. Ya mungkin dengan cara tersebut mungkin pak Presiden bisa mendengar aspirasi masyarakat. Menurut saya juga pemerintah masih belum bisa meyakinkan masyarakat sehingga masyarakat masih merasa bingung terhadap Pemilu. Tapi saya harap Pemilu 2014 bisa berjalan dengan baik.” Kata salah satu mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Arief Prawidya saat ditemui di gedung Fisipol UGM, Jumat (25/10).