Kapal Sabuk Nusantara 57 yang kami tumpangi akhirnya tiba di pulau Maradapan. Pulau yang sebelumnya kami rencanakan untuk melakukan pengabdian singkat disini. Sampai disana kami benar-benar disambut dengan ombak yang tenang. Bahkan lebih dari tenang. Persis kaya kita melihat kolam renang yang tidak berisikan orang. Warna nya juga biru kehijauan, gradasinya juga sangat indah sekali untuk dinikmati.

Sama seperti pulau Matasiri, pulau ini tidak memiliki dermaga untuk kapal besar besandar. Jadi kami dijemput perahu nelan untuk merapat ke pulau. Kami kira kami akan langsung mendarat di dermaga kecil pulau Maradapan, ternyata dugaan kami salah. Kapal nelayan jika siang dan surut hanya bisa besandar di laut dangkal sekitar 50 meter dari bibir pantai.

Perairan di Sekitar Pulau Maradapan

Perairan di Sekitar Pulau Maradapan

Kami sempat kebingung lalu bagaimana cara kami turun dan kedaratan, padahal kedalamannya mungkin masih hampir satu meter dalamnya. Akhirnya tiba-tiba nelayan yang menjemput kami menarik gabus besar, mungkin seukuran kulkas besar dan kami disuruh menaiki gabus itu bergiliran. Ini gila serius, tapi sangat unik. Naik gabus di laut. Kalau kebanyakan gerak maka semua orang yang ada diatas gabus itu bisa kecemplung ke laut. Mana aku bawa beberapa kamera yang nilainya lebih dari satu motor. Makanya diatas gabus aku tidak berani untuk mengambil gambar dan mending berjaga-jaga untuk mengamankan kamera kalau tiba-tiba kecegur.

Akhirnya kami sampai didergama dengan bantuan gabus sekulkas itu. Kami langsung disambut hangat oleh warga sana. Sebelum dilanjutin, mungkin enaknya aku cerita kan day by day waktu di Maradapan mulai dari apa saja yang kita lakukan dan temukan dipulau tersembunyi selatan Kalimantan ini.

Dernaga pulau Maradapan

Dernaga pulau Maradapan

Hari Pertama di Maradapan

Di hari pertama kami di Mardapan kami langsung menuju ke balai desa Maradapan. Jangan banyakan balai desanya meggah, paling Cuma setengah ukuran ruang kelas SD kalian. Kami berbicara sekalian minta ijin untuk tinggal beberapa hari disana sembari mengenalkan diri dan program-program dari kami.

Setelah itu kami langsung menuju ke rumah yang akan ditumpangi kami selama di Maradapan. Rumah untuk cowok dan cewek juga berbeda, namun Cuma bersebelahan. Kondisi disana karena mungkin juga dipulau, rumahnya ada beberapa yanng kayu, dan beberapa sudah berbata. namun kebanyakan disana rumahnya rumah tinggi, jadi tidak napak tanah.

Kondisi rumah di Pulau Maradapan

Kondisi rumah di Pulau Maradapan

Waktu kami datang di pondokan cowok memang rumah ini dibandingkan rumah lain yang cenderung tingkat seperti rumah gadang yang punya kami batu bata dan Napak tanah. Sekilas aku melihat foto ibu yang punya rumah mirip campuran Kylie Jenner ( Artis yang bibirnya tebel aduhai ) dan Syahrini. Tapi benakku paling juga Cuma di foto.

Ngobrol beberapa lama dengan yang punya rumah pak Rusman ( kami menyebutnya “Richman” karena paling kaya didesa) tiba-tiba istrinya yang di foto tadi membawakan minuman. Sontak kaum lelaki ENJ UGM kaget, itu ibu yang difoto jauh lebih cantik aslinya. Seriusan cantik banget anjir !. beneran mirip shayrini tapi lebih natural tanpa make up. Mata tajam, bibir tebal, tubuh yang proposional, rambut tebal lurus dan rapi, pokoknya sempurna. Gila batinku dan temen-temen, ada orang secantik ini dipulau terpencil yang bener-bener jauh dari peradaban bahkan sinyal. Wah ini pak Richman beruntung banget dapetin tu ibu Syahrini kw super.

Terlepas dari kagetnya ketemu orang secantik itu, kami juga kaget dengan minuman yang disajikan pada saat itu. Kuning, kental, rada kecut, tapi seger. Banyak temen-temen yang bertanya-tanya ini minuman apa, nah untung aku sering minum kaya gini sewaktu SMA dulu. Kita disuguhi Extra Nyos Blend. Bener-bener baru pertama ini kami semua datang ke rumah orang di sugguhi minuman energi drink. Unik bener, mungkin ini rahasianya nelayan disini kuat-kuat.

Setelah selesai berkenalan dengan pemilik rumah, kami dan cewek-cewek diajak untuk mengambil ketela untuk di masak nanti sore. Ya karena kami pikir waktu itu sekalian keliling desa jadi nggak ada salahnya untuk ikut ambil ketela sambil jalan-jalan.

tim ENJ pakai Bedak Dingin

tim ENJ pakai Bedak Dingin

btw salah satu kebiasaan masyarakat Maradapan ialah menggunakan masker bedak. lupa namanya apa. tapi intinya bisa bikin muka warna putih. katanya sih bikin dingin efeknya. maklumlah disana panas memang. makanya beberapa teman coba buat pakai masker tersebut. ya jadinya lucu sih jadi kaya badut malahan.

Seperti biasa malamnya kami langsung untuk mengadakan rapat internal terkait kegiatan apa saja yang akan dilakukan di Maradapan. mulai dari planning apa saja sampai pembagian donasi. oya kami kemari juga membawa beberapa donasi seperti buku untuk disumbangkan ke murid-murid di pulau Maradapan.

Rapat tim ENJ UGM di Pulau Maradapan

Rapat tim ENJ UGM di Pulau Maradapan

Hari Kedua di Maradapan

Keesokan harinya karena kami di hari selanjutnya akan kembali menuju kapal, maka beberapa anak ingin merasakan sensasi snokling di pulau Maradapan. Sebagaian temen memang sudah siap untuk snorkeling. Sudah ada yang membawa snorkeler, kaki katak, baju renang, dan berbagai peralatan lainnya. Kebetulan juga waktu itu cuaca lagi berpihak kepada kami. Cerah sedikit berawan, lautan sangat tenang, udara sepoi-spoi, pas banget buat snorking.

Kami dipandu penduduk lokal yang masih muda buat diarahin ke tempat snokring terbaik yang ngak jauh dari desa. Kami sampai dan memang tempatnya enak banget pas di teluk. Disitu juga ada batu hitam yang bisa buat lompat alias cliff jump.

Menikmati perairan sekitar pulau Maradapan

Menikmati perairan sekitar pulau Maradapan

Akhirnya semuanya nyebur bareng-bareng buat rasain sensai snokring di Maradapan. Bawah lautnya sebenarnya tidak secantik bunaken karena tidak ditumbui koral warna warni. Namun kehidupan lautnya seperti ikan bermacam-macam. Selain itu sekitar pulau juga merupakan habitat penyu hijau. Jadi bisa berenang bareng penyu hijau. Enak banget bukan?

Setelah Lelah menikmati lautan Maradapan dari pagi hingga siang kami kembali ke Pondokan kami untuk makan siang. Menu makan siang hari ini masih selalu sama yaitu ikan. ikan disini enak-enak. banyak jenis ikan seperti kerapu, ikan tuyul (kata warga sana nyebutnya gitu), terus cakalang, cumi, gurita, dan masih banyak ikan lagi. dan ikannya enak banget seriusan. satu kilo ikan disana kalau tidak salah dijual dengan harga 5000 rupiah. pokoknya bisa sampai kenyang karena seafood deh disana.

Ikan Hasil tangkapan warga Maradapan

Ikan Hasil tangkapan warga Maradapan

Kenyang makan ikan dan Lelah abis snorking, ini waktu yang tepat buat tidur siang sejenak. tapi ingat mitos di Maradapan. katanya yang tidur bisa mati. serem banget serius. jadi aku dan temenku sidik (aslinya namanya sandi), kita kecapekan dan curi-curi tidur. tib-teba ada warga sana yang bilang “eh itu temannya dibangunin, bisa mati nanti kalau tidur”. anjir baru kali ini denger kalau tidur siang bisa bikin mati. aneh, tapi lucu banget hahahha.

Ternyata usut punya usut, pulau maradapan ini endemik Malaria dan nyamuk Malaria menyerang pada siang hari. nah, mungkin karena warga sana tidak begitu paham mengenai ilmiah mengenai hal tersebut, maka dikaitkan kalau tidur siang bisa bikin mati. Aku sendiri sih udah persiapan untuk pakai autan juga plus dulu juga udah pengalaman tinggal di Rote yang juga sama-sama endemik Malaria.

Lanjutnya setelah sore, kami diajak kedusun satunya yang letaknya cukup jauh dari dusun tempat kami menginap. Ibarat dusun kami tinggal diselatan pulau, dusun satunya lagi berada diutara pulau. Jarak tempuh kesana sekitar setengah jam berjalan kaki melalui jalan setapk yang telah disemen sehingga motor juga bisa melewati jalur situ.

Diperjalanan kami menemukan banyak banget tumbuhan pisang dan beberapa buah lainnya seperti mangga. herannya adalah katanya dipulau tersebut sumber air susah, namun tanaman disana selalu subur. Kalau diliat dari bentuk tanah dan pulaunya serta vegetasinya plus batuannya, pulau tersebut merupakan pulau yang subur. dan dugaanku sebenarnya itu adalah pulau yang terbentuk karena aktifitas vulkanik karena batuannya mirip banget seperti batuan tumpahan letusan Merapi. tebak-tebakan sok tauku menyebutkan diantara pulau Maradapan, Matasiri, dan pulau kecil deket situ merupakan gunung berapi purba yang dulunya berada di paparan Sunda. ya cuma nebak-nebak aja.

Hampir mirip seperti tempat KKN ku di Tebole, Rote yang ada beberapa spot-spot sinyal kuat. Nah di Maradapan ini ada salah satu lokasi sinyal kuat dan keceng. banyak warga sana yang cari sinyal disitu. nongkrong sambil ngrokok sambil meggang hp atau telefon. Spot tersebut adalah kuburan disebelah utara pulau. hadeh menarik memang. jadi Sinyal dari pulau Marabatuan itu sampai di daerah utara pulau dan titik terkuatnya adalah di kuburuan Maradapan tersebut.

Malamnya kami melanjutkan dengan pertemuan warga hingga malam hari. Kami menceritakan beberapa hal yang kami temui selama dua hari disana. Mulai dari permasalahan pengelolaan sampah yang parah banget. Jadi di Maradapan itu tidak ada pengelohan limbah dengan baik. tidak ada TPU, jadi sampah hanya berserakan disembarang tempat. entah di sungai, atau mungkin laut. bahkan pinggiran pulau penuh dengan sampah. mungkin ini juga yang menyebabkan pulau ini endemik dengan Malaria karena kebersihannya kurang terjaga.

Temu warga Maradapan dengan tim ENJ UGM 2017

Temu warga Maradapan dengan tim ENJ UGM 2017

Setelah itu masih dilanjut untuk menata donasi yang renacannya ingin kami lakukan pada hari ketiga atau keempat ketika di Maradapan. namun sayangnya karena tim kami terbagi menjadi dua yaitu tim pulang cepat dan tim pulang lama. makanya yang akan membagikan adalah tim pulang lama.

Hari ketiga di Maradapan

Akhirnya hari ke 3, hari dimana sebagian dari kami termasuk aku akan balik ke Surabaya karena memang waktu kami yang tidak bisa lama-lama karena sebenarnya perjalanan ENJ ini seharusnya berangkat seminggu sebelumnya. namun karena kapal yang kami tumpangi terlambat karena cuaca, akhirnya mundur beberapa hari dari target sebelumnya.

Pagi terakhir di Maradapan langsung mandi di sumur dekat situ. karena air di kran rumah pak richman pas abis jadinya aku dan beberapa teman bawa alat mandi terus mandi di sumur deket pantai. hebatnya sumur disana tidak berasa payau. bener-bener berasa sumur air tawar seperti biasanya, padahal lokasinya pinggir pantai persis. pokoknya menarik banget misteri pulau Maradapan tu.

Jam 8 pagi kami kedatangan kapal Sabuk Nusantara yang bukan 57, tapi sabuk nusantara berapa gitu yang memang tujuannya hampir mirip dengan Sabuk Nusantara yang akan kami naiki. karena masih ada waktu, aku sebagai tim dokumentasi sempatkan ke beberapa tempat seperti sekolahan untuk mengambil gambar. ya sekolahan disana juga dalam kondisi yang memprihatinkan dan butuh bantuan dari pemerintah terutama fasilitas pengajaran dan gedung sekolah yang mulai rapuh.

Sekolah dasar negeri Pulau Maradapan

Sekolah dasar negeri Pulau Maradapan

Baru sekitar jam 12an  kami kedatangan kapal yang akan kami tumpangi yaitu kapal sabuk nusantara 57. Dari kejauhan terlihat beberapa ABK serta kapten kapal datang untuk menjemput kami. Kata mereka, mereka sudah lama juga tidak menginjakan kaki di pulau Maradapan.

Cara kembali kami masih tetap sama, menggunakan gabus seukuran kulkas dua pintu untuk menuju kekapal nelayan. Baru setelah dari kapal nelayan tersebut kami menuju ke Sanus 57. Untungnya cauca di siang itu masih sangat cerah seperti kemarin-kemarin.

Perairan Pulau Maradapan

Perairan Pulau Maradapan

 

Ditengah perjalanan menuju ke Sanus 57 kami masih sempat melihat dua ekor penyu hijau yang sedang berenang melewati bawah kapal nelayan yang kami gunakan. Melihat kembali kearah pulau yang dikelilingi lautan hijau dan biru serta membuat ku pribadi agak berat untuk meninggalkanya.

Sampai diatas kapal kami langsung disambut baik dengan ABK yang udah merindukan kami selama 2 hari. Katanya sih nggak rame kalau nggak ada kami di atas kapal. Perjalanan pulang kami lanjutkan dengan destinasi pertama yaitu pulau Matasiri. Untuk cerita selanjutnya akan ku lanjutkan dipart selanjutnya. Akan ada cerita yang jauh lebih menarik pada saat pulang daripada pada saat berangkat.

Terima kasih warga pulau Maradapan untuk tiga hari yang berharga disana.

 

Buat temen-temen yang mau lihat keseruan ENJ UGM 2017 ini video after movienya.

 

 

Sedikit tambahan beberapa foto ENJ UGM 2017 di Pulau Maradapan :

Foto Berama Anak-anak Maradapan

Foto Berama Anak-anak Maradapan

 

tim ENJ UGM 2017 Pulau Maradapan

tim ENJ UGM 2017 Pulau Maradapan

 

Keindahan Pulau Maradapan

Keindahan Pulau Maradapan

 

Kondisi dalam Sekolah Maradapan

Kondisi dalam Sekolah Maradapan