Nyambung post sebelumnya, Aku dapat beberapa pertanyaan via DM instagram tentang mengatur dan ngerjain Side Hustle yang sebenernya hal ini erat banget dengan produktivitas.

“Mas gimana caranya ngatur kerjaan banyak tapi Side Hustle tetep bisa jalan ?”

Nah ku share mengenai prinsip produktif menurutku sekarang dan tips apa saja yang aku lakukan untuk lebih produktif.

Produktif Menurutku Dulu

Produktif saat dulu

Waktu masih sekolah atau kuliah, ku pikir kerja keras itu kunci utama untuk bisa mendapatkan apa yang dipengenin atau impikan. Namun pada akhirnya juga mengorbankan banyak hal. Mulai dari kesehatan, social, dan waktu buat istirahat. Jujur aku pribadi banyak mengorbankan waktu ini dulu, tapi makin kesini makin sadar kayanya ada yang kurang tepat deh. Aku ngga mau full di kerjakan terus sana sini diabaikan.

Produktif Menurutku Sekarang

Produktif saat ini

Akhirnya setelah berproses dengan coba untuk refleksi dan belajar ketemulah prinsip produktifku yg sekarang. Menurutku produktif itu ngga cuma kerja, tapi juga diseimbangkan dengan hal baik lainnya. Bukan kerja keras tapi kerja cerdas, kerja secara efisien yang berfokus pada hasil. Jangan sampai kita terlalu larut bekerja kemudian sosial dan kesehatan kita abaikan begitu saja. Alhasil bukannya tua menikmati, justru tuanya kerja keras kita buat bayar biaya rumah sakit dan kesehatan.

Dari pemahaman prinsip tersebut akhirnya aku mikir, gimana cara buat mengefisiensikan waktu kerja kita ?

Soalnya sering kali aku merasa ketika mengerjakan kerjaan rutin A dalam 2 waktu yang berbeda kok bisa selesai lebih cepet atau bisa juga selesai lebih lama. Akhirnya setelah berpikir jawabannya ada di fokus dan pola kerja kita. dari itulah akhirnya aku menyimpulkan bahwa kerja cerdas yang efisien itu bisa menylesaikan banyak kerjaan.

Produktif itu juga menurutku juga perlu didefinisikan ulang bukan sok sibuk melainkan menghasilkan banyak output yang menghasilkan banyak outcame.  Nah ku share tips produktif yang banyak membantu dalam kelarin kerjaan termasuk kerjaan Side Hustle :

1. Multitasking Monotasking

Jangan Multitasking tapi Monotasking

Ku pikir dulu multitasking itu keren karena bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu. Hingga akhirnya merasa kok sering kali keteteran dan hasilnya tidak maksimal. Akhirnya dari multitasking beralih ke Monotasking alias kerjakan satu persatu hingga selesai. Dengan Monotasking membuatku lebih fokus dalam mengerjakan satu hal tanpa berpikir hal yang lainnya. Hasilnya kerjaan juga lebih banyak selesai dan mengurangi waktu bingung atau stress kebanyakan mikir.

Analoginya seperti komputer kita kalau kita paksa untuk membuka program yang banyak akan melambat alias lemot, sama dengan otak manusia kalau banyak hal yang dipikirkan dalam satu waktu maka yang ada otak kita akan bernasib sama. Maka perlu untuk menyelesaikan satu persatu kerjaan yang kita kerjakan.

2. Pahami Peforma Otak

Pahami Jam Pintar

Memahami kapan waktu performa terbaik dari otak kita juga jadi salah satu kunci dari produktif. Karena aku orangnya morning person, aku selalu menempatkan pekerjaan berat seperti kerjaan yang belum paham polanya, kerjaan kreatif, dan kerjaan prioritas harus cepat selesai di awal. Sisanya ku kerjain hal-hal kecil yang dimana aku paham pola kerjaannya tanpa banyak mikir.

Buat orang yang nightowl alias suka mikir malam atau orang yg bisa on setelah jam makan siang juga harus menyesuaikan. Intinya kerjakan hal berat diwaktu yang menurut kalian manjadi jam pintar.

3. Selalu buat To Do List

Membuat to do list

To do list adalah senjata pamungkas untuk menata banyak kerjaan hal tanpa takut lupa atau bingung mau mulai ngerjain apa. Semenjak selalu membuat To do list dari awal kerja, kerjaan jadi lebih terkontrol, rapi, dan maksimal. Biasanya aku membuat to do list setiap malam sebelum tidur dan membukanya kembali sebelum mulai kerja. Kalian juga harus mempriortiaskan to do list juga. Tempatkan kerjaan yang menurutmu sulit paling atas. Percayalah, perasaan ketika mencet kotak centang akan membuatmu senang.

Fyi aku pakai aplikasi Notion buat bikin to do list.  buat yang mau download bisa klik di link Notion mobile buat install apps nya di handphone atau Notion PC buat yang install apps nya di komputer. Enaknya keduanya ini saling sinkron dan gratis. plus fiturnya gratis. Nanti kapan-kapan ku buatkan cara pakai Notion

4. Catat Waktu

Mencatat Waktu

Ini mungkin jarang dilakukan oleh banyak orang, aku selalu mencatat waktu dengan kasih timer ketika mengerjakan satu kerjaan. Makin sering mencatat waktu saat mengerjakan satu kerjaan, makin mudah juga untuk memahami pola kerjaan dan berapa lama waktu yang ku perlukan untuk mengerjakan kerjaan sejenis. Selain itu juga dapat membantuku dalam melatih fokus.

5. Selalu Hasilkan Output

Berfokus pada Output

Proses tanpa output itu tidak akan menghasilkan dampak atau outcome. Dari situ akhirnya aku selalu memastikan dari setiap to do list yang ku kerjakan selalu menghasilkan output berupa hasil kerja entah file, catatan, karya, produk, dan lain sebagainya. Bisa dibilang kalau salah satu ukuran produktifku adalah output.

Apa perbedaan Output dan Outcome ? Output itu adalah hasil yg dr proses yg kamu kerjakan, sedangkan outcome adalah dampak dari hasil yg kamu kerjakan. Misalkan to do list kamu jualan foto shutterstock, nah outputmu berhasil jualan 10 stock foto, outcomenya dari 10 foto tersebut setelah 1 minggu lamanya ternyata $100. Nah outputnya adalah 10 foto, outcomenya dalah $100.

Kesimpulannya

Akhirnya aku percaya bahwa produktif itu kerja cerdas yang diseimbangkan dengan sosial, kesehatan, dan waktu istirahat. Untuk kerja cerdas aku selalu mengandalkan monotasking, waktu peforma otak terbaik, To do list, fokus hasilkan output dari proses, dan mencatat waktu kerja. Semoga bermanfaat. Cheers..

 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Reezky Pradata S*****a (@reezky11) pada