Beberapa waktu ini gw sering mendengar melalui forum kontributor shutterstock yang bergerak di penjualan stock foto bahwa beberapa akun di tutup / banned / disable oleh pihak Shutterstock tanpa memberikan penjelasan kenapa dibannednya. Tulisannya adalah “This Account Has been Disabled. Please Contact your organization administrator or Shutterstock Contributor Support“.

Tentu ini banyak sekali merugikan kontributor yang sudah memiliki portofolio banyak dan pendapatan yang lumayan dari Shutterstock. Bahkan ada teman yang memiliki portofolio lebih dari 5000 dengan penghasilan rata-rata perbulan $100/bulan di banned tanpa ada alasan yang jelas.

Dari situ akhirnya gw coba untuk riset dan mencoba untuk mencari tahu mengapa akun Shutterstock di banned atau disable. Berikut merupakan hasil riset gw dan pengalaman 2 tahun belajar jadi kontributor di Shutterstock :

1. Spamming Foto

Pernah upload dengan foto yang hampir mirip tidak yang jumlahnya banyak ? Atau simillar kontennya banyak ? Setau gw Shutterstock mulai ketat dengan spamming foto. Jadi sebisa mungkin ketika mau upload foto ke Shutterstock, seleksi terlebih dahulu foto-foto yang memiliki kemungkinan simillar foto.

Pengalaman sebelumnya, akun di AdobeStock gw juga pernah di banned sementara karena dinilai spamming dari banyak foto yang sejenis alias simillar image yang disubmit dalam satu waktu. Untungnya dulu pihak AdobeStock mudah untuk di kontak dan mereka mau untuk mengaktifkan akun AdobeStock saya kembali setelah 3 hari prosesnya.

2. Foto Menjiplak Karya orang lain

Apakah ada potensi foto yang mirip dengan orang lain atau kamu mencoba mendownload foto yang ada diinternet seperti Google, Pexels, Unsplash ? Pasti Shutterstock akan melarang keras untuk mengambil dan menjiplak foto orang lain. Shutterstock juga memiliki AI dan metadata tracker yang baik. Jadi jangan pernah melakukan ini apabila tidak ingin dibanned.

3. Foto Pernah diupload di platform lain

Pernah reupload stock foto lama yang pernah di upload d platform lain sebelumnya ? Misalkan kamu pernah kamu punya stock foto lama dan pernah di upload di platform lain seperti blog atau situs foto gratisan seperti Unsplash atau Pexels. Nah jika pernah saran gw pribadi jangan diupload lagi di Shutterstock atau Microstock lainnya. Walau kita tahu itu adalah karya kita sendiri, tapi bisa jadi AI atau tim Shutterstock menilai yang berbeda.

4. Akun sudah lama tidak aktif

Apakah akun sudah lama tidak aktif lebih dari beberpa bulan ? atau akunmu tidak ada perubahan semisal pendapatan yang tidak bertambah ? Nah gw sempat mendengar bahwa ada isu kalau Shutterstock mulai memperketat kontrubutor yag tidak aktif , terutama dari Indonesia.

Kenapa dari Indonesia ? karena kontributor Shutterstock di Indonesia mulai banyak yang hanya membuat akun dan tidak melakukan submit setelah membuat. Jadi akun-akun ini dianggap spam oleh Shutterstock. Yap ini pandangan pribadi gw, untuk resminya gw jg belum paham. Tapi gara-gara ini dalam membuat akun juga semakin susah karena tidak semua akun di terima oleh Shutterstock. Gw pribadi sih lebih suka kebijakan Shutterstock dulu yaitu kontributor harus mengupload karyanya dan disetujui dulu sebelum menjadi kontributor di Shutterstock.

5. Memiliki Akun lebih dari dua di Shutterstock

Tahukah kamu kalau punya akun lebih dari satu di Shutterstock itu bisa dianggap sebagai masalah ? Nah ini buat kamu yang punya dua akun harus berhati-hati karena bisa saja akunmu di banned gara-gara punya dua akun. Terlebih kalau kamu upload karya yang sama atau sejenis di dua akun yang berbeda. Peraturannya jelas ya tertulis seperti ini :

You may not submit identical Content to more than one account without the prior written consent of Shutterstock.

Gw juga curiga kalau semisal kita menjual foto di lebih dari akun Microstock misal Shutterstock, AdobeStock, 123RF, DepositPhotos. Nah masing-masing akun itu menggunakan email dan nama yang berbeda kemudian Shutterstock mendeteksi kita menggunakan menjiplak karya orang di akun Microstock lain padahal sama-sama dari kita yang membuat. Maka dari itu gw pribadi kalau gw bikin akun di Microstock lain gw selalu pakai akun email yang sama dengan akun yang ada di Shutterstock. Untuk kebenarannya gw belum bisa pastiin ya, cuma ada baiknya kalau ktia juga jaga-jaga soal ini.

5. Perubahan Kebijakan Shutterstock 

Shutterstock semakin lama juga memperbarui kebijakannya. Mereka tidak akan stuck dengan peraturan yang lama, bisa saja akan ada kebijakan baru mengenai foto yang bisa di jual di Shutterstock. Misal dahulu kita bisa menjual foto mainan dengan mudah, saat ini Shutterstock sudah tidak menerima foto mainan atau toys. Selain itu contoh lainnya adalah Shutterstock tidak lagi mengizinkan foto dan video yang menampilkan monyet atau kera dalam situasi berikut:

  • Mengenakan pakaian atau aksesori, seperti topi atau kacamata hitam
  • Ditampilkan dalam pengaturan studio atau lingkungan manusia, seperti kantor atau sirkus
  • Menunjukkan perilaku terlatih atau tidak wajar, seperti menari atau pertunjukan
  • Terlibat dalam interaksi yang tidak wajar dengan manusia, seperti berpegangan tangan atau dipegang

Nah bisa portofolio kita sebelumnya yang tidak apa-apa, dengan adanya kebijakan baru malah justru di banned. Maka dari itu hindari foto-foto yang kemungkinan akan jadi masalah kedepannya. Fotonya apa saja ? Bisa saja foto-foto yang sifatnya sensitif dan menjorok ke SARA. Gw pribadi saranin aja untuk foto-foto kebutuhan iklan untuk saat ini dan kedepannya karena iklan akan selalu butuh konten-konten baru nantinya.

Gw mencoba mengulik kebijakan mereka dan menemukan salah satu pasal yang bunyinya seperti ini :

Shutterstock has the right to refuse to establish an account or to close any existing account, for fraud, intellectual property infringement, violation of a third party’s rights including those of privacy or publicity, artificially inflating downloads, submission of material that is obscene in nature, violent or that might be construed as defamatory, failure to comply with Shutterstock’s guidelines as may be amended from time to time, for any breach of the terms of this or any other agreement that you have with Shutterstock, or for convenience.

Intinya Shutterstock akan banned akun kamu jika mengandung unsur penipuan, pelanggaran kekayaan intelektual, pelanggaran hak-hak pihak ketiga termasuk hak privasi atau publisitas, peningkatan unduhan secara artifisial, pengiriman materi yang bersifat cabul, kekerasan atau yang dapat ditafsirkan sebagai pencemaran nama baik, kegagalan untuk mematuhi pedoman Shutterstock yang mungkin diubah dari waktu ke waktu.

Jadi jelas ya alasan-alasan diatas tentu akan menentukan masa depan akun kita kedepannya seperti apa. Tentu ketika kita bekerja di ‘kantor orang’ kita tidak bisa seenaknya saja untuk melakukan ini itu. Tetap patuhi hal-hal diatas agar nantinya simbiosis mutualisme kita dengan Shutterstock saling menguntungkan dan mendapatkan cuan.

Biar lebih detail bacanya sebenernya Shutterstock juga sudah memiliki halaman terkait peraturan di mereka. peraturan tersebut bisa di baca di TOS Shutterstock Kontributor. Jika ada pendapat lain terkait alasan di Banned, Feel free to share pandangan temen-temen di komentar biar bisa jadi bahan diskusi bersama nantinya atau kalau ada pertanyaan bisa DM melalui IG gw dibawah. Semoga bermanfaat.