Ketika aku banyak berbagi mengenai menghasilkan uang dari menjual foto di Shutterstock.  “Bang, gw belum paham nih sebenarnya Microstock itu apa dan gimana sih cara kerjanya ? Bingung nih”. Nah dari banyak pertanyaan tersebut dipostingan kali ini aku coba jelaskan mengenai cara kerja dan penghasilan Shutterstock

Pengertian Platform Microstock

Bisa di bilang Microstock adalah sebuah digital Marketplace yang menyediakan konten digital seperti Foto, Video, Vektor dan Audio. Jadi akan ada 3 pihak dalam Microstock yaitu buyer, kontributor, dan perusahaan stock alias stock agencies yang menggunakan teknologi sebagai basis bisnis mereka yang menjembatani buyer dan kontributor.

Jadi Microstock itu beda sama Shutterstock bang?”

Temen-temen tau ngga Shutterstock, Adobe Stock, 123RF, Alamy ? Coba ingat ketika temen-temen pas lagi cari gambar buat tugas jaman SMP atau SMA via Google terus ada watermark nya ? Nah itu merupakan stock dari Microstock. Aku kasih contoh screen shoot dibawah sebagai contohnya.

Contoh Foto yang dijual Microstock

Contoh Foto yang dijual Microstock

Nah sudah pernah lihat gambar diataskan ketika lagi mencari foto untuk tugas sekolah ? Foto yang seperti itulah yang merupakan produk dari Microstock. Kemdian Shutterstock, AdobeStock, 123RF, Alamy itu adalah nama stock agencies tipe Microstock. Sama seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee yang termasuk E-Marketplace.

Pengertian Royalty Free (RF) pada Microstock

Lisensi di Microstock adalah Royalty Free (RF). Lisensi ini merupakan lisensi yang dimana hak cipta atau hak kekayaan intelektual dalam penggunaan kontennya dapat digunakan tanpa perlu membayar royalti atau biaya lisensi kepada kontributor setiap penggunaan, setiap salinan, atau volume yang terjual atau dalam periode waktu penggunaan.

Lho berarti kita ngga dapet royalti dari Buyernya dong?”

Bukan begitu, Jadi ketika Buyer membeli foto melalui Microstock mereka, Kontributor akan langsung mendapatkan royalti dulu diawal sesuai jumlah foto yang dibeli oleh Buyer alias one time payment. Selanjutnya jika Buyer menggunakan foto untuk keperluan komersil seperti iklan atau produk lainnya untuk mendapatkan keuntungan, Buyer tidak perlu membayarkan royalti lagi atau bagai hasil ke Kontributornya. Ingat satu foto bisa dibeli lebih dari satu buyer bahkan hingga ratusan kali.

Ku kasih contoh lain yang mungkin lebih dekat dengan teman-teman sekarang. Pernah menggunakan musik penyanyi terkenal untuk video Youtube teman-teman ? Jika sudah pernah pasti Youtube kalian akan terdapat tulisan bahwa musik memiliki hak cipta dan semua penghasilan iklan dari video tersebut untuk pemilik hak cipta musik tersebut. Nah ini jika sistem Youtube dengan royalti, berbeda dengan Royalti Free yang ada di sistem Microstock yang memungkinkan orang lain tidak perlu membayar royalti kepada pemilik konten tersebut.

Skema Harga dan Pembagian Royalti Microstock

Lisensi penjualan di Microstock karena bersifat Royalty-free (RF) maka harga jual dan royalti ke kontirbutornya lebih rendah di bandingkan tipe Macrostock dan Midstock atau lisensi Rights-Managed (RM)*. Makanya di awal aku bilang kalau Microstock adalah low-price marketplace. Skema penjualan di microstock sudah ditentukan dari kebijakan masing-masing stock agencies, bukan dari kontibutornya.

Lho jadi yang nentuin harga bukan kita bang ?”

Yang menentukan harga merupakan stock agencies itu sendiri. Harga beli stock foto antara Shutterstock dan AdobeStock itu berbeda termasuk royalti yang dibayarkan perdownload untuk kontirbutornya juga akan berbeda. Contoh di royalti termurah Shutterstock untuk kontributor $0.10 dan Adobestock $0.30. Intinya setelah di approve, kita akan mengikuti standar harga dan kebijakan dari masing-masing stock agencies, bukan kontributor yang menentukan.

Rugi dong bang gw jepret susah-susah dan modal mahal tapi royalti yang dibayarkan cuma murah gitu? ”

Karena lisensi Royalty-free (RF) maka foto yang kita jual di Microstock bersifat non-exclusive alias kita bisa jual di platform mana saja termasuk antar Stock Agencies. Jadi misal kalian sudah jual di Shutterstock, kalian boleh jual lagi di AdobeStock, GettyImages, dan lainnya. Contoh income satu stock foto tiap bulan $1 peragency, kita main di 5 agency, maka perbulan $5/foto. Lha kalau perbulan kita punya 100 foto yang laku setiap bulan di 5 agency ?

Nah loh.. Selamat menelan ludah..

Kalau ada pertanyaan dan pemikiran lain feel free untuk komentar di kolom bawah atau DM melalui Instagram @Reezky11. Semoga bermanfaat. Buat yang belum punya akun di Shutterstock dan kawan-kawannya, aku buat link pendaftaran mudah di DAFTAR MICROSTOCK