Buat temen-temen yang baru saja jual konten foto di Shutterstock musti bingung terkait apa beda stock commercial atau stock editorial ? Biasanya bingungnya ketika temen-temen lihat beberapa stock foto milik kontributor lain kok brand atau logo bisa masuk sedangkan punyaku ditolak, atau beberapa muka orang banyak banget yang bisa masuk padahal butuh model rilis dari masing-masing orang. Nah kegelisahan tersebut terjawab apabila temen-temen tahu mengenai Stock Editorial

Apa itu Stock Editorial ?

Stock Editorial adalah stock yang digunakan untuk keperluan berita dan dokumentasi. Biasanya digunakan oleh kantor berita, seperti Detik, Kompas, media massa lainnya untuk mengilustrasikan cerita, peristiwa, atau perkembangan berita. Jadi stock ini lebih bersifat kewaktu-waktu tertentu dan mengandung nilai berita. Gampangnya kalau temen-temen buka portal berita akan muncul sebuah ilustrasi gambar yang kalau temen-temen ngeh, didalamnya ada informasi terkiat darimana foto ini didapatkan seperti berikut :

Foto jenis editorialku digunakan salah satu media berita luar negeri

Syarat Stock Editorial

  1. Mengandung nilai berita, cerita, dan event tertentu
  2. Memiliki judul editorial yang tepat termasuk lokasi, tanggal, dan deskripsi faktual acara

Contoh penulisan judul editorial :

Yogyakarta, Indonesia – October, 2019: Variety brand of cooking oil in Indonesia on display rack at supermarket shelf.

Nah setelah paham mengenai apa itu stock editorial, sebenarnya stock editorial juga bisa menjadi solusi apabila temant-tmena mengelami kendala penolakan akibat beberapa alasan. Apa saja ? Mulai dari..

1. Ada brand atau logo

Jika ada logo atau tulisan yang ada dalam foto kemungkinan besar akan ditolak untuk menjadi komersil. Maka itu foto yang mengandung logo dan brand dapat dijual secara editorial. Tipsnya foto tidak boleh hanya mengandung logo brand saja, harus beserta produk yang dijual.

2. Ada banyak muka orang

Kalau temen-temen foto pagelaran seni atau demo semisal maka tidak mungkin untuk dijadikan komersil. Mana mungkin temen-temen minta tanda tangan orang yang ada dalam satu frame tersebut. Maka dari itu editorial adalah option untuk jenis foto yang mengandung banyak muka orang.

3. Gedung atau bangunan

Gedung dan bangunan kemungkinan akan ditolak sebagai komersil jika gedung dan bangunan tersebut bukanlah landmark atau tidak mendapatkan property rilis. Masukan sebagai editorial dapat menjadi solusi untuk masalah tersebut. Ini juga berlaku untuk beberapa interior produk seperti meja kursi dan beberapa perlengkapan lainnya yang dimintain property rilis. Temen-temen dapat submit ulang dengan memilih editorial sebagai jenis fotonya.

Sebelum Pilih Editorial

  1. Selalu pikirkan apakah foto benar-benar mengandung nilai berita atau dokumentasi dan pikirkan juga akan dipakai buat apa kalau dibeli.
  2. Jangan spamming portfolio dengan editorial, pastikan editorial yang dijual dipilih kualitas yang bagus agar kualitas portfolio terjaga.
  3. Apabila ada kesempatan buat jadi komersil dengan cara menghilangkan brand logo atau meminta model rilis pada foto lakukanlah tapi ukur effort dan kualitas fotomu.

 

 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Reezky Pradata Sanjaya (@reezky11) pada